Minggu, 08 Maret 2015

Cinta Siku-siku

Cinta siku-siku
Oleh : M-U
“Akhirnya liburan tiba juga yaa..”ujar mimi membuka pembicaraan pagi itu “mmmm,iya lumayan panjang lah buat hari-hari melelah kan kita “ jawab rasya sembari lari-lari kecil,mimi dan rasya hendak pergi kerumah  siska yang ada di ujung sebarang jalan raya untuk mengajak nya lari pag,i mereka bertiga berteman sejak pertama masuk SMA “siska…siska…sis,,,”teriak mimi namun kalimat nya  tertahan “ah,kamu panggil dia nya kayak anak SD pake acara teriak –teriak segala”ujar rasya membuat mimi terdiam ,”gi nihh” ajak rasya hendak mengetuk pintu”BRRRRRAK” tiba-tiba pintu terbuka dan membuat rasya  kaget ,mimipun tak kuasamenahan tawa nya “ah,ah maaf-maaf”ujar siska sembari mengangkat rasya yang jatuh terlempar “CEROBOH” sahut rasya “HAHAhahah berati  cara ku tadi yang aman “ ejek mimi “hehe maaf,mau lari kemana “ujar siska  “ke JAWAAA” jawab rasya yang masih kesal, sembari  meninggal kan mimi dan siska ,”ayo kita jalan”ajak rasya sembari menbentangkan senyum nya.meraka pun lari kembali “eh,eh liburan taun  baru mau pada kemana nih sama pasangan nya ,kalo aku sam a irfan ke kuta bali,KALIAN ??” Tanya mimi “mmmm kalo aku ke medan deh kayak nya Sama rian ,karna kemarin ia mengajak ku tahun baruan di sana di rumah nenek nya, kamu rasya??” “gak kemana-mana deh kayak nya” jawab rasya  sedikit lesu “ kamu gak pergi sama imron”ujar mimi asal “JANGAN SEBUT-SEBUT  NAMA  ITU,aku benci nama  itu”teriak rasya  dengan muka merah karna marah  “kenapa? aku kira kalian sekarang udah jadian ,di sekolah kan udah pada rame” jawab mimi lagi “aku gak suka sama dia mi ,GAKK” jawab rasya dengan suara sedih “yaya maaf deh” pinta mimi karna sudah melihat raut wajah rasya yang berubah jadi jeoules “terus kamu mau tahun baruan sama siapa?” Tanya siska  “ gak tahun baruan sama pasangan juga tahun baru gak akan berhenti tuh,lagian gak wajib juga kan ”jawab rasya sembari lari agak menjauh dari siska dan mimi yang terdiam memikirkan perkatan rasya “ada bener nya juga sih “ujar siska dalam hati .mereka pun kem bali  melanjut kan lari pagi nya   dan kini jam sudah menunjukan  pukul 09.00.  mereka pun hendak pulang kerumah nya masing- masing
Di tengah tengah perjalan pulang mimi tiba – tiba berhenti dan menyuruh rasya dan siska untuk duluan  “rasya “ Tanya siska ..namun”heyy aku duluan ya,bye” teriak mimi yang di bonceng  irfan kekasih nya “” uh dasar gerutu rasya sembari tersenyum  kini mereka tinggal berjalan berdua ,diam sesaat “rasyaa..”Tanya siska kembali “ya,”sahut rasya
 “kamu baik- baik aja kan”
“a,,aaku baik-baik aja kok”
“tapi,aku melihat kamu sedikit ber beda setelah ucapan mimi tadi”
“a,akuuu” kemudian rasya menjelas kan kepada siska bahwa rasya benar-benar tidak menyukai imron,dan rasya  juga merasa risih jika imron  terus mengganggunya dengan sms- sms lebay nya juga ejekan teman-teman di sekolah  
Rasya juga mengatakan kalau ia menyukai adik kelas nya neval ,memang mereka berbeda jauh jika mengenai hal usia rasya 17 sedang kan neval 15 thn
itu yang di rasakan rasya namun ia tak biasa mengungkap kan perasaan nya pada neval! Rasya juga risih karna  memendam perasaan itu menyakit kan .siska pun mengangguk seolah ia  mengerti perasaan rasya .”oh ia aku duluan ya”ujar rasya karna sudah sampai di rumah nya ,dan rasya pun sampai juga kerumah ,namun ia langsung masuk kedalam kamar berbaring di atas kasur empuk nya kemudian ia melihat layar ponsel 8 pesan masuk ponsel nya semua dari imron    “cciih..dia lagi dia lagi”gerutu rasya sembari melempar kan ponsel nya tak jauh dari tempat ia berbaring,kemudian ia mengambil sebuah buku yang terselip di bawah bantal nya ia membuka buku itu dan sempat membuka beberapa lembaran halaman nya namun ia segera menutup buku itu kembali ”aku kangen kamu ganteng”ujar rasya sembari memejam kan mata nya ,rasya pun tertidur pulas sekali “maaf aku gak biasa kak,aku ini adik kelas kakak,usia kita pun sangat lah berbeda jauhaa ” jawab neval “ tapi aku suka sama kamu neval,menurut ku usia gak bkalan ngaruh “jwb rasya lagi “ aku gak bisa suka sama kakak ,jangan paksa aku kak?”jawab neval menegaskan “kalo begitu,boleh kah aku memeluk mu untuk memastikan perasaan ku?” pinta rasya ,dan mereka pun berpelukan “kenapa dada ku sesek “ujar rasya dalam hati “ah mungkin aku yang memeluk neval terlalu erat” ujar nya lagi”tapii aku semakin  sulit sekali bernapas “TWINGGGGG kembali kedunia nyata”HAH ,hosh hosh”” oh,akhir nya bangun juga” ujar sisksa sembari memencet hidung setengah mancung rasya “AAAAAgRH kou bermaksud membunuh ku ya “teriak rasya  yang masih ngos ngosan
          “cepet bangun,aku mau ajak kamu pergi ke suatu tempat”
“ngapain??”
“udah deh cepetan madi,ekh tapi buku apaan tuh?’”
“buku biasa kok” jawab rasya sembari menyimpan buku itu di bawah bantal
“aku mandi dulu yah,”
“yah ,cepetan udah ampir siang niiihh”
“buku apaan sih bikin penasaran aja”ujar siska dalam hati,sembari tangan nya berusaha mengambil buku itu dari bawah bantal
“heyy,jangan dibukaaaaaaaaaaaaa” teriak rasya dari kamar mandi mengaget kan siska “EEEH” kaget rasya
Siska pun membuka buku itu dan tak menghirou kan teriakan keras rasya
“mmmm,dasar anak ini” ujar siska ternyata buku itu berisi foto-foto neval(mengambil secara sembunyi-sembunyi tentunya) dan banyak tertulis juga cerita tentang neval NAMUN,, di akhir lembar buku itu siska mengerut kan kening nya  karna sebuah tulisan menjelas kan bahwa rasya tidak  mampu mengungkan perasaan nya karna takut kejadian itu  terulang kembali
Seperti hal nya yang terjadi pada ridwan mantannya yang juga adik kls rasya namun dia  1 tahun lebih muda dari rasya, membuat pikiran siska kembali menerawang ke masa lalu dimana rasya dan ridwan memulai cinta  kasih nya,ridwan adalah pacar pertama rasya namun tanpakhal yang tidak siska ketahui rasya dan ridwan tiba-tiba putus dan membuat ridwan benci kepada rasya.
sepengetahuan siska rasya itu  tidak pernah bisa melupakan ridwan.
“ek kamu buka ya buku nya”Tanya rasya
“ekh,belum sempet gue buka juga,tuh dari tadi hp mu bunyi ,sms dari si imron kali jawab siska.
“Udah ah biarin”
Singkat cerita siska dan rasya pun pergi ke sebuah taman yang dekat dengan rumah mimi  “ ngapain sih kita kesini? ” Tanya rasya
“enggak pengen aja “ jawab siska
“Ke mall yuuk” ajak rasya
“Boleh-boleh tapiiiiiiiiiii aku lagi boke niiihh”
“Tenanggg ajjjaaa, sama aku juga lagi bokee heheh kita jalan jalan ajaa nongkrongg ajjjaaa ”
Akhirnya merka pun pergi ke mall dengan perasaan senang tanpa tujuan
Namun sesampainya di sana sesuatu mengejutkan pandangan merka, merka melihat neval berduan besamaa seorang wanita yang berparas manis juga menarik, enak di pandang
          “sepertinya merka jadian deh” Tiba-tiba… sebuah suara  mengejutkan merka
“MIMIIII” teriak siska dan rasya “hahahah kaget ya,kenapa sih kalianaku     panggil-panggil juga dari tadi”jawab mimi
“makan yuk,tenang aku yang teraktir deh””ajak mimi
“wah wah boleh –boleh lagi laper nih aku”jawab rasya berpura-pura semangat
“beneran gak nih”siska menimpali
“beneran dong”
Mereka pun berlalu meninggal kan pemandangan menyedih kan itu,
Hari itu pun berlalalu dengan sendu
Kini rasya yakin neval memang bukan untuk nya  dan rasya  ber tekad akan melupakan, menghapus nama nya dari kehidupan rasya namun keaadaan tidak mendukung keputsan rasya.
          Suatu hari saat rasya iseng-iseng melihat-liha buku di toko buku dan tentunya ia melihat penerbit buku itu -> Neval Alex Mepia press <-
Begitupun ketika ia hendak mencari buku lainya seorang wanita memanggil nama neval tepat di dekat rasya sontak rasya pun terkejut mendengarnya, tapi ketika rasya berbalik ternyata neval yang di panggil bukan nevalnya melainkan neval keponakan nya, dengar wajah yang memerah dia berbalik kembali mencari buku.
di lain waktu rasya sedang duduk di halte bus tiba-tiba ia melihat seorang memeakai baju bertuliskan “Neval jaya 07” dan ketika dalam keadan pulang kerumah rasya juga melihat bengkel yang ia lewati juga bernama “bengkel motor neval”
          “Oh Tuhan Berapa banyak lagi nama neval yang harus aku musnah kan ” teriak rasya dalam hati “ini Cuma kebetulan ras,Cuma kebetulan “ujar nya pelan
Rasya berusa menganggap semua ini hanyalah kebetulan saja,namun pikiran nya masih berpikir apakah ini suatu tanda ,
namun  ia segera menepis pikiran itu jauh-jauh

TAMAT
***

Tidak ada komentar:

Posting Komentar